Bidadari Marah Kepadamu

Menyakiti suami dan berperilaku buruk kepadanya merupakan dosa yang harus dijauhi oleh para istri. Karena, hal itu bisa menimbulkan dampak negatif yang sangat merusak, baik berkaitan dengan masa depan kehidupan rumah tangga, maupun masa depan ‘kepribadian’ kedua pasangan. Berapa banyak kemaksiatan dan kasus-kasus perselingkuhan yang membelit kehidupan suami-istri karena salah satu pihak atau keduanya merasa pasangannya tak lagi mampu memberi ‘keteduhan’.

Protes Sang Bidadari
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasul SAW bersabda, “Aku telah melihat neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.” Seorang perempuan bertanya, “Wahai Rasul, ada apa gerangan dengan kaum wanita?” Beliau bersabda, “Mereka mengkufuri.” Dikatakan, “Apakah mengkufuri Allah?” Beliau bersabda, “Mengkufuri suami dan banyak melaknat. Apabila kalian (para suami) berbuat baik kepada salah seorang dari mereka seumur hidup, lalu ia melihatmu berbuat satu kesalahan, maka ia akan berkata, ‘Aku tak pernah melihat kebaikan pada dirimu sama sekali’.”

Mengkufuri suami dan tidak berterima kasih kepada kebaikannya merupakan salah satu tindakan ‘menyakiti suami’. Dan hal itu termasuk salah satu faktor yang dapat menjerumuskan para istri ke dalam kobaran api neraka. Wal’iyadzu billah.

Bahkan, para bidadari surga pun akan murka kepada seorang istri yang suka menyakiti suaminya. Rasul SAW bersabda, “Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia melainkan istrinya dari kalangan bidadari yang bermata jeli akan berkata, ‘Jangan kau sakiti dia. Semoga Allah membinasakanmu. Sesungguhnya dia di sisimu tak ubahnya seperti orang singgah, yang hampir meninggalkanmu menuju kepada kami’.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, serta dishohihkan oleh Al-Albani)

Jangan Sakiti Dia!
Terdapat beberapa perilaku dan sikap yang harus dihindari oleh para istri, karena itu bisa memercikkan lelatu kesengsaraan dalam kehidupan rumah tangganya. Antara lain bisa menyebabkan suaminya ‘tersakiti’, baik tersakiti hatinya maupun jasmaninya. Sudah pasti, bahwa sesuatu yang dilarang dalam Islam, tentu memiliki ‘bom keburukan’ yang siap meledak dan merusak tatanan kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan keluarga. Hindarilah dosa-dosa berikut ini, wahai para istri!

Pertama, menentang dan membantah suami (nusyuz). Yakni istri tidak menaati perintah suami, padahal suami tidak menyuruhnya untuk bermaksiat kepada Allah. Nusyuz artinya adalah ‘naik atau tinggi’. Nusyuz az-zaujah, berarti meningginya istri dari suami, dengan mengabaikan perintahnya dan berpaling darinya. Berbuat nusyuz kepada suami berarti telah berbuat durhaka dan menyakiti hatinya.

Kedua, kebutuhan biologisnya ‘terhujat’. Yakni istri enggan melayani keinginan suami untuk berjimak, sehingga kebutuhan biologis suami tak mampu tersalurkan. Hal ini jelas sangat menyakitkan hati suami dan sangat berpotensi merusak keharmonisan kehidupan rumah tangga.

Ketiga, meminta talak tanpa sebab. Istri yang menuntut cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan syara’ berarti telah memutuskan tali pernikahan yang agung. Dan itu terlarang dalam Islam.

Keempat, berkhalwat dengan lelaki yang bukan mahram. Berapa banyak bermula dari ‘lezatnya’ khalwat, hingga akhirnya banyak istri yang terjerumus ke dalam perbuatan terlaknat. Yakni selingkuh, menjalin hubungan asmara dengan lelaki lain. Na’udzubillah. Betapa tersakitinya hati suami, melihat istrinya ‘berkhianat’ kepadanya.

Demikian juga, termasuk perbuatan menyakiti suami, jika istri suka menyebarkan rahasia suaminya, dan membelanjakan harta suami secara tidak benar. Sungguh, Allah akan melaknat istri yang berbuat zhalim kepada suaminya. Sebagaimana juga ‘doa kemurkaan’ akan meluncur dahsyat dari bibir para bidadari yang bermata jeli sebagai sebuah bentuk protes abadi, “Jangan sakiti ‘suamiku’. Semoga Allah membinasakanmu!” Wallahu a’lam bish-shawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s