SARASEHAN REMAJA PC LDII KECAMATAN JATILUHUR DENGAN BIMAS POLSEK JATILUHUR

Pada tanggal 5 Desember 2015 bertempat di Masjid Al-Ikhlas Desa Bunder, PC LDII Kecamatan Jatiluhur mengadakan sarasehan dengan tema Remaja Masa Kini dan Tantangan ke Depan. Acara ini di hadiri oleh  Panit II Bimas Polsek Jatiluhur Bapak Aiptu Dedi Kusnadi sebagai nara sumber dan  peserta adalah remaja putra dan putri PC LDII Kecamatan Jatiluhur. Acara di buka oleh Ketua PC LDII Jatiluhur Bapak H. Susilo A Budiyono, SH dalam suasana keakraban dan santai.

IMG20151205200001

Bapak Aiptu Dedi Kusnadi mengawali penjelasannya mengenai situasi keamanan di Purwakarta  dan khususnya  Kecamatan Jatiluhur  yang mana sedang marak adanya tawuran anak-anak sekolah, pencurian kendaraan bermotor bahkan juga penyalahgunaan narkoba. Kenakalan bahkan cenderung kriminal itu salah satunya adalah dampak dari pergaulan dan internet secara bebas. Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini internet sudah merupakan kebutuhan  manusia modern baik itu lewat media sosial, situs-situs, game online yang bisa diakses secara bebas dan mudah  sekalipun oleh anak-anak. Seperti dua sisi mata uang, internet mempunyai dampak positif dan negatif, yang mana kalau tidak didasari keimanan yang kuat akan bisa terjerumus ke arah yang negatif. Lebih lanjut dijelaskan,  peran orang tua sangat menentukan  baik buruknya dalam pembentukan karakter / kelakuan anak.

IMG20151205215506

Selanjutnya disampaikan oleh Bapak Aiptu Dedi Kusnadi, warga LDII di Kecamatan Jatiluhur khususnya generasi mudanya agar bisa menjadi pelopor hal yang baik, anti tawuran, anti geng motor dan anti narkoba. Kalau ada hal yang mengganggu kamtibmas agar bisa melaporkan ke polsek, bahkan kalau masalah yang lain dan perlu konsultasi bisa mendatangi polsek untuk dibantu penyelesaiannya.

IMG20151205215742

Acara di akhiri dengan tanya jawab dalam suasana santai dan penuh keakraban.  Salah satu pertanyaan adalah sampai sejauh mana kinerja polisi dalam menangani narkoba dan geng motor  yang seakan tidak ada habisnya? Dalam keterangannya, pertama polisi melalui fungsi Bimas adalah memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Kedua oleh Shabara secara preventif mengadakan patroli-patroli untuk mencegah adanya tindak kejahatan. Ketiga oleh Reserse secara represif diadakan penangkapan terhadap pelaku kriminal. Keempat pelaksanaan undang-undang yang belum maksimal, kelima bahwa penduduk Indonesia yang banyak merupakan pangsa pasar yang potensial bagi bisnis haram ini. dan terakhir bahwa kejahatan itu seperti gunung es, yang belum terungkap lebih banyak daripada yang sudah terungkap.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s